Pages

WELCOME TO MY BLOG :)

Thursday, 14 February 2013

Sinar Sang Pelajar

Alkisah, hiduplah seorang raja bernama Suho. Ia adalah raja yang pintar, adil, dan bijaksana. Ketika ia berusia 60 tahun ia masih ingin belajar, untuk menambah pengetahuan lagi karena ia menyadari bahwa ilmu yang ada di dunia ini tidak akan habis walau diambil seluas lautan. Tidak akan habis. Selalu ada ilmu, selama waktu masih berjalan.

Tetapi dengan umurnya yang semakin tua, semakin sulit pula baginya untuk mempelajari sesuatu. Ia pun meminta bantuan kepada seorang mentrinya yang terkenal pintar, Sehun namanya. Suho bertanya kepada Kyungsoo, "Lihat, aku ini sudah 60 tahun, tetapi aku masih ingin belajar. Tetapi aku merasa kurang percaya diri, aku merasa aku sudah terlambat.."

kyungsoo lalu menjawab, "Paduka merasa terlambat? Lalu mengapa tidak menyalakan lilin?". Suho tidak mengerti apa maksud dari perkataan mentri ini. Lantas Suho berkata, "Kamu ini bicara apa? Aku ini serius, kenapa kau malah bercanda? Mana ada seorang mentri yang mempermainkan rajanya??".

Mendengar perkataan raja, mentri ini merasa gembira lalu berkata, "Paduka, Anda salah paham. Saya adalah mentri tua yang buta. Mengenai hal belajar saya serius menanggapinya." Raja Suho malah menjadi semakin bingung, lalu berkata "Apa maksudmu?"

Kyungsoo menjawab, "Menurut ilmu yang Saya pelajari, pada masa kecil  manusia memiliki keinginan belajar yang sangat besar, bagaikan mendapat sinar mentari pagi yang lembut, dan semakin lama sinar itu akan semakin terang,  waktu bersinarnya juga sangat panjang.
Ketika pada remaja manusia memiliki keinginan untuk belajar, bagaikan mendapat sinar mentari di siang hari, walaupun baru menyinari setengah hari, namun sinar itu terasa terik. Waktu bersinarnya juga panjang.
Nah, pada masa tua manusia juga ingin belajar. Walaupun matahari sudah tenggelam, sudah tidak ada sinar lagi. Sinar bulan pun tidak dapat menggantikan sinar yang dipancarkan matahari. Tetapi masih ada harapan selain itu, Anda bisa meminjam lilin untuk menerangi, walaupun cahaya lilin tidak seterang bulan ataupun seterang matahari, tetapi sinar kecil ini lebih baik daripada harus meraba-raba di tempat yang gelap."

Suho akhirnya tersadar dan dengan semangatnya ia berkata, "Kau memang  benar! Tidak ada alasan bagiku untuk menyerah dan putus asa hanya karena ada kerikil kecil yang mengganjal di hatiku. Mulai sekarang aku akan lebih percaya diri lagi."

No comments:

Post a Comment